Kampusku Hijau

Archive for October 2008

Sheikh Mohamed Bin Rashid Al Maktoum

Mengubah Padang Pasir Menjadi “Hongkong of Middle East”


Siapa sih yang nggak kenal ama Dubai, sebuah negara di Timur Tengah yang memiliki tingkat pendapatan perkapita yang sangat tinggi. Dubai merupakan sentra perdagangan strategis yang menghubungan 3 benua besar, yaitu Eropa, Afrika dan Asia. Tidak hanya dibidang perekonomian, pembangunan infrastruktur di Dubai tidak kalah hebatnya, banyak bangunan eksotik dunia berada di Dubai yang membuat negara ini semakin berkilau di Timur Tengah.

Jauh sebelum Dubai yang kita kenal sekarang, 30 tahun yang lalu Dubai hanyalah negara tandus yang hanya mengandalkan minyak untuk menggerakan perekonomian negaranya. Tahun 1968 merupakan sejarah awal reformasi Dubai, bermula di sebuah perkemahan bangsawan Dubai, bertemulah dua orang bangsawan Arab. Yang satu adalah Sheikh Zayed, penerus tahta Emir Abu Dhabi, dan satu lagi Sheikh Rashid, pangeran penerus tahta Dubai. Pertemuan tersebut membicarakan pembentukan negara Federasi antar kedua pihak tersebut. Maka ketika tahun itu juga terbentuklah Uni Emirat Arab, dengan Sheikh Rashid sebagai Perdana Menteri.

Kejeniusan Sheikh Rashid dalam menentukan kebijakan bagi negaranya sangat mengagumkan, dia dengan cepat melakukan transformasi pemerintahan menuju korporatisasi. Dengan visi awal menjadikan Dubai sebagai daerah pariwisata yang diminati dunia, Sheikh Rashid mengambil langkah-langkah kreatif untuk mewujudkan visinya. Transformasi dilakukan pada masyarakat Dubai dengan menanamkan nilai-nilai tradisi menjadi nilai-nilai yang mendorong pelayanan, keterbukaan dan client statisfaction untuk mewujudkan visi Dubai. Langkah terakhir barulah Sheikh Rashid memodernisasi sektor-sektor usaha seperti infrastruktur, transportasi, dan terus memperbaiki pelayan publik.

Hanya dengan 30 tahun, UEA dan Dubai telah benar-benar berubah. Berkat pemimpin yang kreatif seperti Sheikh Rashid, Dubai yang semula padang pasir yang tandus, kurang air, dan tidak menarik sama sekali, menjadi kawasan investasi milliaran dolar dan tujuan wisata yang diminati seluruh dunia. Hmmmm. . . .Kapan ya Indonesia kaya Dubai. . .

Mungkin kita masih berfikir bahwa kreatifitas hanyalah untuk orang yang bergelut dibidang seni saja. Kata kreatif merujuk sifat atau perilaku seseorang yang memiliki daya cipta atau kemampuan untuk menciptakan sesuatu. Oleh karena itu batasan kreatif itu sendiri tidak hanya sekedar dilingkup seni saja, atau hanya dimiliki oleh para seniman saja. Setiap manusia dikarunia oleh Tuhan kemampuan berpikir yang mengagumkan untuk mewujudkan kreatifitasnya masing-masung.

Apapun profesi anda, anda harus memiliki kreatifitas yang tinggi untuk memecahkan berbagai permasalahan ada dalam bidang anda masing-masing. Termasuk sebagai seorang Entrepreneur, kreatifitas yang tinggi harus dimiliki, karena seorang pengusaha diharapkan dapat melakukan inovasi dengan menghasilkan hal-hal baru yang berguna bagi masyarakat luas, atau menemukan cara-cara baru yang memberikan nilai tambah terhadap sesuatu yang sudah ada sebelumnya.

Kalau yang menamakan diri sebagai pengusaha nggak kreatif, mana ada sekarang produk jamu yang dikapsulin, jualan lewat internet tanpa perlu punya toko yang sebenarnya, air minum dalam kemasan, minuman teh dibotolin, santan kelapa dibotolin, bimbingan belajar, jualan makananan yang diwaralabakan, bengkel motor waralaba, dsb. Yang saya contohkan ini semua kan produk-produk hasil kreatifitas dari para pengusaha yang mengedepankan kreatifitas.

Kabar baiknya, yang namanya kreativitas itu bukanlah bakat atau bawaan dari lahir, namun siapa pun bisa dilatih dan dikondisikan untuk dapat berpikir kreatif. Nah kalau sudah siap jadi pengusaha dan sarat dengan ide-ide kreatif, sukses hanya tinggal menunggu waktu saja. Jadi jangan tanya kenapa harus kreatif? Kita memang harus kreatif. . . .

Menurut saya perusahaan yang paling kreatif adalah Apple. Sangat jelas produk-produk yang dihasilkan Apple memiliki inovasi dan kreativitas yang luar biasa. iMac, iPod, iTunes, dan iPhone sungguh merupakan deretan produk yang sangat menawan dengan sentuhan seni yang mengesankan.

Dalam pengembangan produk, tidak bisa kita pungkiri bahwa Apple sangat menomorsatukan kesempurnaan. Lihat saja iPod dengan desain yang elegan, mudah digunakan dengan menu sentral berbentuk seperti roda, dengan touchpad yang revolusioner. Ini baru dari segi penampilan. Dalam hal perangkat, iPod didesain dengan teknologi hard drive termuthakir. Dalam hal perangkat lunakpun, setiap produk Apple selalu dikembangkan dengan prinsip berimbang menggabungkan konsistensi dan kontinuitas. Setiap aplikasi yang dikembangkan selalu konsisten sehingga tidak ada masalah dalam perkembangan versi selanjutnya. Fitur yang telah adapun disempurnakan dengan menggunakan asas kontinuitas sehingga pengguna bisa merasakan manfaatnya secara berkesinambungan.

Penjualan 10 juta unit dalam 1 tahun

lonjakan harga saham sebesar 250% unit dalam 1 tahun

laba bersih sebesar 530% unit dalam 1 tahun

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!



  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Categories